Arina dan GEA, Mengikuti Langkah Tata Nano??

tata-nano-01

Nano basamo dalangnyo!

tata-nano-02

Belakangnya??? anda-anda saja yg menilai

Tata Nano memang sudah menjadi ikon mobil murah di mata dunia, sejak diluncurkan tahun 2008 lalu. Ratan Tata adalah dalang dibalik peristiwa kelahiran mobil termurah yang mengalahkan rekor Perodua Kelisa. Mobil ini cukup dipersenjatai mesin 624 cc berkapasitas dua silinder dengan kecepatan puncaknya hanya 105 km/jam. Mobil berpenumpang empat ini lahir dari pemikiran Ratan Tata setelah melihat kenyataan bahwa di India banyak orang rame-rame menaiki sepeda motor. Mmm, budaya jelek yang gak ada bedanya sama kita, melihat motor dengan full capacity timbullah inspirasi membuat mobil yang muat banyak namun berkapasitas murah. Mobil tersebut diberi nama Tata Nano, nama ini terinspirasi dari iPod Nano yang praktis dan simpel, sesuai nicknamenya “people’s car”. Kesuksesan Tata Nano ini akhirnya dibawa ke Eropa dengan versi yang lebih modern sebagai pesaing Smart dengan berbagai peranti yang disempurnakan.

nich die specnya….

Engine:
2 cylinder petrol with Bosch multi-point fuel injection (single injector) all aluminium 33 horsepower (25 kW) 624 cc (38 cu in)
Value Motronic engine management platform from Bosch
2 valves per cylinder overhead camshaft
Compression ratio: 9.5:1
bore × stroke: 73.5 mm (2.9 in) × 73.5 mm (2.9 in)
Power: 33 PS (33 hp/24 kW) @ 5500 rpm
Torque: 48 N·m (35 ft·lbf) @ 2500 rpm
Rear wheel drive, 4-speed manual transmission
Steering: mechanical rack and pinion

Performance
Acceleration: 0-70 km/h (43 mph): 14 seconds
Maximum speed: 105 km/h (65 mph)
Fuel efficiency (overall): 20 kilometres per litre (5 L/100 km (47 mpg–U.S. / 56 mpg–imp))

Suspension, tires and brakes
Front brake: disc
Rear brake: drum
Front track: 1,325 mm (52.2 in)
Rear track: 1,315 mm (51.8 in)
Ground clearance: 180 mm (7.1 in)
Front suspension: McPherson strut with lower A arm
Rear suspension: Independent coil spring
12-inch wheels

Body and dimensions

Seat : 4 with seat belt
Wheelbase 2,230 mm (87.8 in)
Length 3100 mm (122 in)
Width 1500 mm (59.1 in)
Height 1600 mm (63 in)

Kerb weight 580 kg (1,300 lb)-600 kg (1,300 lb) Fuel capacity 15 L(4 US gal/3 imp galon)

tata-nano-europa-03

Tata Nano versi eropa, malah lebih ciamik

kalo dilihat-lihat mobil ini seperti K-Car-nya Jepun. Harganya US$2.500 alias Rp.24 juta, sama ya kayak beli Honda Tiger Revo yg baru itu….

Lalu ternyata kesuksesan itu tidak membuat bangsa kita cengok doang lihat tetangganya majoe, malahan sekarang Ratan Tata berhasil membeli perusahaan Jaguar dan Land Rover, mobil premium asal Inggris. PT. INKA di Kotamadya Madiun sedang membuat prototipe di gudang rahasia mereka dan sudah selesai sedangkan di Semarang, orang-orang jebolan UNNES sedang merancang pesaing Nano bahkan sampai membuat perakitan dan perusahaannya. Dari  suatu daerah di Rangkasibitung juga telah dilahirkan mobil yang  Ditambah kehadiran mobil 4×4 modifikasi buatan orang PT. Dirgantara Indonesia yang semakin hebohhh…. Namun terkait hal itu sebenarnya populasi kendaraan bermotor sudah makin banyak loh, bagaimana kalo ditambah dengan mobil kecil ini ya. Ah yang penting kita udah usaha, itu opini orang masing masing…

TAWON

tawon-05

mmm, jd teringat kancil, cil dimana kauu??

Sesimpel itukah namanya?  Menurut CEO PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto, penggunaan nama “Tawon” diambil, mengingat binatang Tawon lebih dikenal sebagai binatang yang rajin bekerja. Okelah nama boleh simpel tapi kalo fiturnya?  Mobil ala cah Banten iki bermesin hybrid 650cc, terutama BBG yang dipadu kinerjanya dengan bensin dan berani dijamin standar EURO 3 karena konsumsi gas ramah lingkungan, mmm galakkan penggunaan Gas rupanya. Kelengkapan bole diadu sama Tata Nano seperti powersteering, AC, dll. Namun penataan dashboard akan dibenahi ulang, menurut Koentjoro  dashboard akan lebih disempurnakan kembali. Sekarang penjualan, nah ini dihargai cuma Rp.48 juta,- sajah. Sayang tampangnya masih spartan dan seperti Kancil, angkutan kecil Jakarta yg sudah pergi entah kemana. “Kalau kita  buat model yang terbaru banyak masalahnya, salah satunya dari sisi cost,” ucap Koentjoro

FIN KOMODO

fin-komodo-06

military style, kereeennn!!

fin-komodo-07

civil style, lebih nyaman

fin-komodo-09

the spec of fin komodo

Kalo yang ini layak diperhitungkan juga bagi anda yang berada di daerah perkebunan atau kehutanan atau yang mau fun-fun aja juga oceehh… Mobil  yang diluncurkan oleh PT. Fin Tetra Indonesia ini berpenggerak 4×4 dengan sasis pipa besi layaknya mobil offroad. Mesinnya cukup 180cc, 2-tax dan berat 275kg. Dengan kehandalan dan bodi seperti dia sangat tangguh di medan yang berat sekalipun, Untuk kondisi jalan dengan kemiringan 45 derajat dan berlumpur dapat dilalui dengan mudah dan aman, serta tanjakan turunan yang ekstrem tidak ada masalah. Ini dikarenakan Fin-Komodo adalah produk Nasional karya anak bangsa yang dirancang bangun oleh para insinyur Indonesia yang telah berpengalaman di bidang teknologi karena pembuatnya adalah orang-orang PT. Dirgantara Indonesia dibawah pimpinan Ibnu Susilo. Untuk kondisi semak-semak (belum ada jalan), maka Fin Komodo dapat digunakan sebagai kendaraan perintis (pembuka jalan) sehingga akan sangat efisien dan menghemat waktu dalam pekerjaan. Namun fitur tape, powersteering, dll. jelas tidak ada, karena mobil ini didesain untuk medan berat. Dengan mengendarai FIN-KOMODO ini, maka pengemudi gak perlu skill khusus untuk mengemudikannya baik di jalanan kering maupun jalanan basah, serta tersedia bagasi yang dapat mengangkut barang atau hasil kebun seberat kurang lebih 200 kg. untuk type single seat dan 100 kg barang untuk type double seats.

INKA GEA

Tangan dingin orang-orang dari dalam gudang kereta api gea-10memang fantastis, buktinya mobil yang dibuat benar-benar menggambarkan Indonesia-minded. Bayangkan saja, mobil mini yang lazimnya habitatnya di perkotaan bisa bermain2 di Gunung Lawu. Pengetesan mobil ini sudah sampai 10.000km dengan trek yang bermacam-macam seperti di trek Gunung Lawu. Dengan modal 650cc mobil ini masih bisa mendapatkan torsi di jalanan bukit. Mmm, bagus….bagus… Lalu yang paling menonjol apa disini?? sesuai dengan namanya GEA (Gulirkan Energi Alternatif), mobil ini tergolong hybrid.yang sama dengan Tawon. Mobil ini bisa meminum Bahan Bakar Gas (BBG) namun juga bisa Premium, inovasi yang cemerlang. Dengan mesin hybrid ini, GEA memperoleh konsumsi 1 : 30 km, WAOW! bahkan tergolong super irit. Mesin ini juga tergolong halus dan 80% menggunakan komponen lokal dan sebagian joint venture dengan perusahaan cina. Diprediksi mobil ini berada di kisaran Rp.45-50 juta dan belum termasuk kelengkapan AC, Tape Stereo serta Power Window. Menurut INKA, jaringan after-sales dan service sedang dipersiapkan di berbagai kota. Wah suatu kemajuan nih….

UPV ARINA

Cah Semarang juga membuat mobil yang lain daripada yang lain, mobil ini benar-benar serba kotak, jadi teringat mobil kancil (asal jangan sama kualitasnya, lo). Mobil riset yang dipelopori Dosen UNNES (Universitas Negeri Semarang), Arina Widya Aryadi bersama asisten-asistennya semakin menggodok mobil ini agar semakin diterima masyarakat Indonesia. Konon Aryadi cs juga telah membuat pabrik perakitannya di Semarang, dengan nama Arina (Armada Indonesia). Mobil ini bermesin Viar 150cc (untuk sementara) dengan top speed 70km/jam dan konsumsi 1 : 40 km. Tidak takut kekecilan mesinnya? setidaknya sektor bodi akan makin diperingan dengan target di bawah 350 kg. Handling mobil ini akan semakin dipoles dan bagian depan ditambah peranti kap mesin. Jadi makin menarik, sayang perkiraan harga belum diumumkan…. Nogomong-ngomong ini specnya loh…

Jenis Mikro Car roda 4
Lebar roda R12, semi radial
Kapasitas Mesin 150 cc, 200 cc dan 250 cc
Jumlah langkah 4 langkah
Jumlah Silinder 1 silinder
Tingkat Percepatan 5 tingkat rotari
Bahan Bakar Bensin
Konsumsi BBM 1 liter / 40 km
Tempat duduk 2 orang + bagasi
Fasilitas Reclining, seatbelt, P3K
Rem depan/ belakang hidrolis/mekanis
Jumlah pintu 2 buah
Bahan body Plat besi 0,8 mm
Finishing / desain karesori
Warna custom
Kaca tempered
Dimensi 2753 x 1325 x 1708 mm
This entry was posted in City Car, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Arina dan GEA, Mengikuti Langkah Tata Nano??

  1. Rubens Basi-deh-lo says:

    komodonya asik juga tu. kalo perbaikannya dimana ya?

    • Yudakuzuma says:

      katanya c di bengkel motor biasa juga bisa, mesinnya mudah dioprek kok apalagi 2-tak. kalo onderdil harus hubungi empunya

  2. Zephyr says:

    mm, tawon ga menarik ya… tp baguslah indonesia dah bisa bikin mobil (yang kecil)

  3. Deddy says:

    aku tertarik nih sama mobil2 indonesia
    kalau mau beli
    kira kira dimana ya..???

  4. kia travello says:

    wow. infonya bagus dan lengkap. kesan pertama, ini pasti penulis profesional.
    maju terus… blogger indonesia

  5. tho'ink says:

    mobil indonesia model nya kuno, harga gak sesuai dengan model, kalo tata nano model nya OK n hrg nya jgk OK, kpn di indonesia di jual kepasaran? pasti ngantri yg mo beli……

  6. DWI says:

    komodonya keren….udah boleh pesan blm..harganya berapaan ya….Kebetulan sy org lapangan yg sering kepedalaman, perlu mobil double gardan yg ringan….

  7. Yudakuzuma says:

    harga yang dirilis sama fin tetra sih berkisar 60 juta, cukup terjangkau untuk masup ke sela2 hutan. coba bro lihat di http://www.facebook.com/profile.php?id=1372182913#!/group.php?gid=50170181615

Leave a Reply