Driving Impression (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 2 – Habis)

STAGE 2 = SOLO-MADIUN

LANJUT GAN!

P1010143

Ayo! siapa nih yang masuk duluan??

P1010158

Alun-alun Madiun, dipenuhi berbagai mobil berplat nomor luar, termasuk B

So… Kami mulai memasuki kawasan Kartasura, kota yang namanya dibalik doang dari Surakarta alias Solo ini adalah kota satelit Solo, mm… dekat lagi Solo.  Kondisi Avanza pinjaman ini masih fit, Mas Yoga juga tergolong lagi fit-fitnya. Mungkinkan pengaruh sebotol Coca-cola bisa membuatnya ON terus? masa bodo lah, yang penting majoe teroesss!! Sesampainya di Solo sempat kelimpungan dengan kemacetan sial, aduduh… banyak juga pemudik di H+2 (o ya, kami mudik setelah lebaran) namun kondisi ini memang termasuk dalam uji coba Avanza lawas ini. Suhu mesin tetap oke, baguss! AC masih dingin, baguss! Avanza ini masih layak juga peredaman kabinnya sehingga keributan dan asap tidak masuk ke dalam kabin. Kondisi ini ditambah obrolan hangat di dalam mobil, mengomentari mobil apa saja yang lewat. Bahkan kami sempat menemukan Toyota Alphard berplat H dan Honda Elysion berplat L, wah nyali juga bawa mobil CBU Jepang… kedua mobil ini tak disangka-sangka stabil melibas jalan buruk, padahal kami terbanting-banting lo! Setelah Solo lewat Avanza ini diinjak sekuat-kuatnya oleh Mas Yoga, Jalan Solo-Ngawi memang terkenal sangar, stabilitas, kecepatan dan suspensi mobil jadi titik perhitungan disini. Kalo arah Sragen tidak sesangar arah Ngawi namun karena jalur sempit dan kendaraan R4 dan R2 banyak berlalu lalang (ramai lancar) jadinya serem juga. Wuiidih Avanza lawaz ini memang terbukti gak limbung, sokbreker yang keras seperti ini sih keterlaluan kalo handlingnya ga mantab… but, (lagi-lagi) kami terkendala oleh akselerasi yang kurang powerful, alhasil menyelip mobil jadi seperti harus berdoa dulu, pake aba-aba segala.

P1010166

Tarik2an dengan zebra ga bisa lepas2, gila juga gerobak yang satu ini!

Sragen mulai datang, terlihat tugu yang besar dengan gading-gading yang besar, mungkin ini lambang Sragen. Keramaian mulai terihat namun jalan dalam kota yang lapang membuat kami dan mobil-mobil sekitar terus menyemburkan gaz! (ini contoh yang tidak baik jangan ditiru) kondisi 80 km/jam, jalur sragen setengah jam bisa rampung. Kendala hanyalah motor yang menyebrang, memang harus hati-hati. BABLAZ! Sragen telah dilewati jalan 4 marka 2 jalur berubah jadi 2 marka 2  jalur, kondisi ini mulai berbahaya (lagi) namun yang lebih mengerikan adalah jalur hutan Ngawi ini. Walaupun banyak pos tetap saja gelap dan berkelok-kelok serta naik-turun apalagi kondisi membuat kami tetap panteng 60-80 km/jam. Untung Avanza ini tidak kehilangan grip, kami hanya menyelip sedikit saja, selain jalan yang berkelok-kelok, garis marka masih lurus, tidak putus-putus, berarti kami tak boleh menyelip. NAAH! orang-orang sepertinya buta garis marka! banyak yang masih nekat menyelip. Padahal marka tidak hanya sebagai pemisah jalur saja namun sebagai sinyal untuk berbagai kondisi. Makanya anda-anda tolong konsen pada rambu-rambu lalu lintas dan garis marka saat berpergian. Banyak korban berjatuhan di jalur ini hanya karena garis tak dipatuhi lo!

P1010136

AAAHH, LETIHNYAA….

Jalan gelap, masih gelap, belum sampai Ngawi, penerangan masih on tanpa gangguan. Tapi kabut mulai menyergap di jalur ini, pemandangan makin terbatas. Kerja foglamp dibutuhkan disini, dan alhasil jalan tetap terbaca, untung mobil ini pakai foglamp, ini piranti yang penting. Jalan mulai bergoyank! kami mulai terkocok perut oleh suspensi ini (lagi-lagi suspensi!), saat-saat seperti ini biasanya ada “raksasa” bermunculan. Betul saja, SK datang! (yang ga tau SK baca cerita 1), bus satu ini langsung menerjang dengan kecepatan kira-kira 80 – 100 km/jam. Apakah suspensinya benar-benar gokil atau ban yang segede gaban itu yang membuat sang supir masih nyali adu otot? Yang jelas semua mobil pribadi di jalur itu (yang pelan karena ga tahan goncangan) dipermalukan oleh SK satu ini, bahkan Toyota Alphard dan Honda Elysion yang suspensinya tadi saya singgung pun gak berani menguntit SK. Ngawi pun rampung, selanjutnya hanyalah jalan lurus nan membosankan saja sampai Maospati (kota satelit Madiun sekaligus markas AU Lapangan Terbang Iswahyudi, garasinya Sukhoi) dan lurus lagi sampai madiun. Karena jalan ini sudah terpisah dari jalur selatan maka jalanan menjadi sepi. Akhirnya kami pun sampai di Madiun dengan selamat. Wah lapar, walau angka jam menunjukkan pukul 01.00, tapi ada angkringan Nasi Pecel yang terkenal disini. Ya udah de, makan aja baru nyamperin sanak famili yang menunggu malam-malam. Mas Yoga mulai mengecek bensin dan tangki hanya berkurang dikit, padahal isi bensinnya saja saat start hanya modal Rp.50.000,- sajah, kalkulasi untuk 300 km lebih ini menghasilkan angka 1 liter 15 kilo. Mungkin karena kami panteng gas terus di saat tenaga aslinya dan torsinya muncul, fantastis hematnya…!

RESULT TOYOTA AVANZA 1.3 G M/T 2005

Harga mobkas : Rp.90 juta – Rp.120 juta

  • Kelebihan (+) : Peredaman oke, Fitur penting (foglamp, electric mirror, dll…) lengkap, Pemakaian ban R14 masih cocok, handal dalam keadaan stop n go, irit bbm, pengendalian nyaman, harga jual kembali.
  • Kekurangan (-) : Bantingan keras, dashboard besar membuat dimensi seakan besar, kapasitas barang, fitur tambahan (tape, cargo net, dll..) sedikit, akselerasi, kurang lapang.

Kenangan sekaligus impresi mengemudi yang menyenangkan bersama Avanza!

P1010146SAMPAI JUMPA DI IMPRESSION DRIVING BERIKUTNYAA!!!

This entry was posted in MPV, Test Drive, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

0 Responses to Driving Impression (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 2 – Habis)

  1. hehe … kebetulan ane pake juga avg 2005 ini ..so far memuaskan . 🙂

  2. nbsusanto says:

    avanza gitu lho! 😎
    btw muka letihnya yaranaika banget mas.. 🙄

Leave a Reply