Impression Driving (Mudik) with Toyota Kijang LGX 1.8 EFI Jilid 2

LANJUUT

cari tahu masalah AC, ternyata freonnya memang kurang toh...

Mulai memasuki Kota Solo, keadaan mulai padat, maka pembawaan yang tadinya serba akselerasi diturunkan levelnya. Sembari menikmati kota malam, mobil kita coba ajak main pelan. Eh benar saja, torsi dia mulai bekerja di daerah perkotaan. Tentu ini membantu sekali di tengah kemacetan, jadi inget di Jakarta kalo macet-macet seperti ini pastilah yang responsif adalah kijang kapsul dan kijang innova. Memang rasa gak bisa boong… :P. Karena padat di luar jadi kita bicarain soal di dalem aja, jok yang menopang cukup baik. Badan saya yang segede gambreng pun bisa dipapah di jok tersebut sehingga mau tidur ngaco pun gampang. Sayang mekanisme jok kursi ketiga agak menyulitkan untuk dilipat, entah berasal dari pabrikan atau karena penambahan sarung jok. AC yang mengalir pun sejuk, namun kurang responsif di kala panas. Ternyata freonnya kurang, harusnya bisa lebih maksimal lagi nih. Jalanan pun semakin mendekati Bengawan Solo, pertanda mulai menjauhi Solo. Selamat tinggal Solo….

mampir dulu di sentra penjualan kayu di dalam konservasi hutan jati di Ngawi

Jalanan ke Sragen sampai perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur diwarnai dengan posko mudik yang tersebar dimana-mana. Sayangnya tempat ini kurang maksimal digunakan, mungkin karena fasilitas yang masih minm. Pemudik tentu saja memilih beristirahat di Pom Bensin karena jauh lebih nyaman. Kontur jalanan kadang mulus kadang bergelombang,  trek ini biasa dipakai untuk menilai bantingan mobil yang penulis uji. Hasilnya? benar-benar teredam dengan baik walaupun tak sebaik kijang innova. Pemakaian per daun di kaki-kaki belakang ternyata tidak membuat gempa berlebih seperti “gerobak” ane dan kijang grand pendahulunya. Jalanan pun makin sempit karena itu tiap ada motor atau mobil menghadang mau tidak mau harus overtake ke arah berlawanan. Penulis agak kurang berani selap-selip karena akselerasi kijang ini kurang berbicara (lihat cerita 1), yo wes selon ae. Jalanan memasuki konservasi hutan jati di Ngawi, kontur jalanan lumayan mulus dan berbelok-belok, handling kijang ini kembali beraksi. Sampailah Ngawi, belok kiri. Maospati belok kanan, melewati Iswahyudi. Oow. . . tantangan belum berakhir, Karena Madiun itu berada di Kaki Gunung Wilis dan Gunung Lawu, apalagi daerah Iswahyudi seperti lapangan, kekuatan angin disini sangat besar. Tes Limbung kembali diuji, mantap setir mobil ini tetap presisi walau dihajar angin horizontal, tapi tetap saja harus pelan-pelan, sabar broo….

Sampailah di Madiun, kami mengisi perut yang kekencotan dengan lauk pauk nasi pecel di warung dekat rumah nenek. mmm… rasa lapar dan dahaga pun terhapuskan sudah. Sekian Report Saya tentang Toyota Kijang EFI 1.8 LGX, teropong ya sedulur….

jejer bareng kapsul lain saat di pom bensin, sok jadi anak klub nih hehe...

LOVE IT :

  • Kaki-kaki kuat, keempukan hampir setara dengan Innova, setir presisi, gejala limbung minim, perawatan mudah, lumayan irit untuk mobil 1.8L, handling stabil di 100kpj.

LEAVE IT :

  • Akselerasi kurang, bentuk konvensional, minim fitur cerdas, kualitas dasbor, bangku ketiga tanpa ruang kaki, atap tipis, pintu bagasi takkan rapat bila salah satu dari pintu kedua tidak dibuka.

sampai jumpa di impression driving berikutnya!

About these ads

3 Tanggapan

  1. 7K memang josss…..

    bapak saya punya tuh, versi 7K-C alias karbu, taun ’98

    torsinya itu lho, brasaa…..

  2. hmph kalo karbu pasti lebih nendang lagi mas bro

    • sbenernya dari segi maks HP, EFI lebih mantep, tapi klo torsi, 11-12lah…..padahal teorinya sih, torsi versi injeksi lebih mantep…

      yg pasti lebih mantep iritnya, klo si 1RZ-E 2.000 cc, tenaga lumayan gede, borosnya kurleb sama dgn 7K karbu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 391 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: