Kenapa Nasib Chevrolet Spin Terlunta-lunta? Terkait Penutupan Pabrik Perakitan Chevy Di Indonesia

Inilah salah satu contoh mirisnya penjualan sebuah produk, sekalipun bagus belum tentu penjualan bakal moncer

Yudakusuma.com – Sore lurrr….

Masih fresh dengan berita tadi pagi yang penuliz sampaikan… tentang penutupan pabrik perakitan Chevrolet di Pondok Ungu Bekasi yang merakit Chevrolet Spin. Spin menjadi salah satu backbone penjualan Chevrolet di Indonesia, dan untuk penjualannya dibanding mobil Chevrolet lainnya? tidaklah buruk kok… 8011 unit di tahun 2014, dimana unit Chevy lainnya masih ratusan di tahun yang sama. Namun nasib berkehendak lain…. 🙁

fMEwXoQR7q

Menurut pernyataan tertulis yang disiarkan GMI hari ini, Kamis (26/2), disebut bahwa penutupan pabrik di Pondok Ungu tidak bisa dihindarkan. Dijelaskan GMI, pihaknya harus segera menutup aktivitas pabrik lantaran terdesak ongkos produksi yang terlampau tinggi.

Sementara itu, sejak Oktober 2014, sesuai data penjualan kendaraan Gaikindo, GMI tidak lagi menjual Spin. “… termasuk biaya material yang tinggi dan semakin berkurangnya potensi dalam pemanfaatan keberadaan pemasok dalam negeri dikarenakan skala produksi yang terbatas,” tulis pernyataan GMI.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

So salahnya dimana sih? apakah memang ini mobil yang jelek? 😐

Jawabannya NOPE!

Bila sedulur baca review penuliz tentang Chevrolet Spin Activ kemarin [dibawah ini]

Driving Impression Review Chevrolet Spin Activ 1.5 AT – Rice Menu On American Fastfood? [Part 1]

Driving Impression Review Chevrolet Spin Activ 1.5 AT – Rice Menu On American Fastfood? [Part 2]

… pasti bisa paham bahwa mobil ini bukan Low MPV biasa. Contoh : Illuminasi cluster Instrument beda dibanding LMPV lain, pengoperasian seluruh piranti bisa dilakukan di headunitnya, bahan baku joknya, hand buildnya yang detail banget, suspensinya, kualitas audionya, bahkan ada double blower yang dimana di mobil Low MPV jepang masih ada yang belum pakai double blower hingga kini. Pilihan mesin pun ada yang bensin dan diesel dan mesinnya tergolong jos gandos… apalagi dari segi konsumsi bbm. 🙄

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nah penyebabnya nggak larisnya apa ya? clue-nya begini :

  • Apakah yang sedulur tahu sebelumnya tentang Spin?
  • Apakah sedulur tahu bahwa harga Spin itu berada di kelasnya Avanza?
  • Apakah sedulur sudah mengenal Spin sebelum membaca kedua artikel penuliz diatas?
  • Bagaimana impresi sedulur setelah mengetahui Spin seperti yang diutarakan di beberapa majalah dan artikel atau berdasarkan pengalaman menyetir Spin?
  • Dapatkah sedulur temukan selling point di Spin ini?

Jika sedulur merasa pangling atau baru tahu, maka apa kabar selama ini dengan advertisementnya Spin yaa?? :mrgreen:

mm_video_item_c2_0.img_resize.imgOverlay._3

So menurut penuliz sangatlah konyol apabila mobil sebagus ini justru disuntik mati cuma karena managementnya yang melempem, apalagi sudah modal banyak buat iklan petualangan Chevrolet Spin kemarin. Memang sih dari segi iklan, media cetak sampai media sosial, Spin ini belum gencar seperti merk Jepang, bahkan iklan di TV lebih aneh lagi, Mulai dari iklan satu keluarga niru suaranya Spin sampai iklan petualangan keluarga Spin yang jalan-jalan ke Bromo. Sorry to say, tapi semua iklan itu tidak terlalu menjual sama sekali poin plus dari Spin. 😕

Seharusnya iklannya lebih didorong dan isinya lebih ditekankan kepada keunggulan Spin, bukan sekedar drama biasa yang seperti iklan mobil di luar negeri kebanyakan. Di mata konsumen Indonesia sangat nggak menjual! Mari kita lihat kuda hitam seperti Mobilio dan Ertiga dalam menghadapi Avanza, bagaimana iklannya? sederhana… tapi pointnya kena! plus gencar! Bagaimana dengan Spin? Apa Spin nggak punya point? tuh ada diatas udah penuliz jabarin… kurang banyak? masih bisa ditambah lagi kok…

Please deh Chevy, point yang bisa lu jual di mobil ini tuh banyak buanget….! 😡

SpinOutdoor-130213-Masthead-1280x551_4

Last, walaupun belum banyak berbicara dari segi penjualan, penuliz bisa merasakan animo masyarakat sudah bisa menerima Spin. Di jogja, Spin sudah mulai terlihat dengan mudah. Pada intinya mobil ini masih bisa berlari. Masalah tampilan, Innova yang tampilannya seperti itu pun penjualannya fine dibanding Innova sebelumnya. Pada akhirnya manajemen yang berbicara, bisa tidak mendeskripsikan mobil ini dengan jelas dan gamblang di khayalak umum? Kalo sudah berhasil, ya sudah konsumen pasti datang berbondong-bondong ke dealer kok. ^^’

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jadi takjub sama manajemennya Honda, Mobilio yang modelnya cukup sampulnya yang cakep, sampai penjualannya bisa nempel deket Avanza… #ups… 😆

Oh Spin nasibmu kini, jangan sampai esok digantikan Wuling yang tampilannya lebih “please dehh….” ^^’

vrolet-enjoy-review-090513
^ waaahh keren banget yaaa… [nada datar] 😐 😐 😐

Nyetir sehat pasti pintar……………. Salam gendjooooooooooooossss……….!!!

This entry was posted in MPV and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

41 Responses to Kenapa Nasib Chevrolet Spin Terlunta-lunta? Terkait Penutupan Pabrik Perakitan Chevy Di Indonesia

  1. Putra R. says:

    Pertamax ?

  2. Dax says:

    harga secondnya jatuh dan sparepartsnya relatif lebih mahal dan lebih susah dicari dibandingkan mobil jepun.itu sudah.soal kualitas ane sih gak ragu

  3. subaru says:

    Wuling..Wow keren.. Emejing..luar biasa.. Terpesona…jatuh cinta.. Speechless..mau mati…

  4. agung says:

    Bukan merk jepang sih. Saya pilih r3 saja

  5. Ane Setuju min, Point Utamanya adalah Strategi Marketingnya yang keliwat Pinter, padahal solusinya gampang, cari tau kenapa masih banyak orang yang mau pilih mobil selevel Avanza Xenia atau malah R3, padahal soal fitur sama Performance jauh banget brooohh.. masih menurut ane berikut daftar masalah Management GMI yang gw boleh bilang mereka cuma bisa buat product bagus, tapi gx bisa membuat Marketing Gimmick yang Ciamik:
    Rata rata Orang Indonesia kalau milih mobil {yang dengan budget pas pasan} pilihannya cuma 2, kalo gx avanza ya Xenia asalannya :
    1. Bengkel Banyak , ada dimana mana udah kyx jamur
    2. Spare Part Gampang di cari
    3. Spare Part Murah, banyak juga yang KW
    nah akhirnya dari 3 point tersebut membuat harga jual kembali yang relatif Stabil, banyak orang yang minta saran saya soal beli mobil, ketika saya sarankan Spin, mereka bilang “Harga Jual Kembalinya Gx Bagus”.Harusnya Fokus di situ aja, jangan langsung tutup pabrik, beresin 3 point tadi, buat TVC yang to the point jangan bertele tele. orang gx ada yang tau keunggulan Spin lewat Iklan Iklan diatas

    • Yudakusuma says:

      bangun image penting… seperti honda yang membangun image mobil kenceng dan mobil prestis dulu… habis jual mobilnyong malah laku…
      sekarang merk non jepang yang berhasil bangun image itu ford… harusnya GM I belajar dari situ lalu keluarkan spin 🙂

      • yudids says:

        Mungkin ada satu lagi image rwd yg masih menjadi tolak ukur di sebagian besar masyarakat Indonesia terutama yg di luar kota besar. Dan juga masalah aftersale terutama sparepart yg susah dan mahal…itu yg harus dipecahkan chevy jika ingin maju di Indonesia…

  6. gusteg says:

    disaat kompetitor mengunggulkan fitur air bag… spin tidak ada, kompetitor unggulin double blower… spin AC model berbeda( tiap atas jok, lebih unggul spin) … biasanya org indonesia klo mau beli mobil tanya fitur fitur yg lagi booming di iklan. istilahnya spin kan segmen low MPV… jadi yg beli segmen masyarakat kelas low budget juga,,,, jadi klo mau bikin iklan , bahasanya yg gampang di mengerti juga…kasihan dealer yg baru buka,,,, eee malah pabriknya tutup.. ( dealer chevy di bekasi)

  7. kadalaspal says:

    jangan bandingin honda/toyota om
    nyaman ok tapi eksterior? nama besar? aftersales, kalah telak
    spare part terkenal mahal (inget suzuki roda dua)

  8. vario125 says:

    teman kerja saya berencana beli spark namun selalu menunda-nunda. hal utama yang ada dalam pikiran adalah harga spare part. kabar yang beredar, spare part sudah dicari dan harga nya mahal. kalo dibandingkan dengan merk toyota, ya bagai langit dan bumi. ini mindset yang tertanam lhooo..

    • Yudakusuma says:

      ya itu isunya. namun kalo melihat marketing ford dan seberapa banyak populasi fiesta sekarang bisa dibilang manajemen pun harusnya bisa menepis keraguan tersebut.

      lagipula yang mahal kan zafira om… terang aja itu mobil eropa aslinya mas. beda sama sppin yang rndnya brazil dan indo :mrgreen:

    • subaru says:

      sometimes orang yang bilang sparepart murah itu bandinginnya ori merk A dengan kw 12 merk B… itupun kena ke sesama merk jepang kek mitsu yang dibilang mahal melulu spare partnya …padahal harga sparepart ori ga pernah boong ama umurnya

  9. martin laksita says:

    ya… spin memang sangat jarang dipromosikan di tv, jangankan di tv, di mal2pun kita sangat jarang menangkap basah ada pameran spin, bandingkan dengan merk jepang yang lain, hampir2 sering kita melihat mereka lagi jualan di mal2…. bahkan mereka tidak hanya memajang mobil jualannya, tapi dikemas dengan berbagai macam acara yang menarik, seberapa sering GMI melakukan ini ? apalagi awalnya yg mau “diserang” avanza yang sudah mengakar di benak kalbu masyarakat Indonesia, harusnya promosi spin lebih dan lebih gencar lagi dari yg kemaren2

  10. Imamudin says:

    sayang nih mobil bagus. di kelas mpv, selain grand livina, saya suka si spin ini.

  11. sales chevy says:

    GMI gak mungkin salah om.. yg salah salesmannya gak bisa jualan banyak (kata bos) 😀 coba tanya yg udah beli spin jg siapa yg pertama kali disemprot setelah tau berita pabriknya ditutup.
    #curhat

  12. RANO BAMBANG says:

    salam bro yuda…awalnya saya naksir go+panca (sesuai kantong siih), tp pas ane browsing n pas liat penampakan ni mobil d jalan…oke jga ini spin..saya isi deh aplikasi buat tes drive di webnya chevrolet..malahan salesnya udh tlpn ngasih info bla..blaa..(cuman blm kesampaian mau tes drive).
    klw mnurut saya spin ini worth to buy mas…reviewnya ane udh liat di autonet magz…tp kok malah skarang mau di stop produksinya? gmana sih ni chevy…pd hal saya sekarang lg berjuang buat tambahin duit dp untuk nebus si chevy spin ini(ciee..ciee..harap maklum bro)
    bener apa yg bro yuda bilang, iklan nya spin kurang mengena ni di banding kopetitornya…please mas sampaikan sama GMI spin jgn d suntik mati dong..pd hal ane udh ancang” mau minang ini mobil…

  13. Eka Nurwati says:

    udah setahun lebih suami ganti xenia li nya sama si spin ini… awalnya saya mah ngga kenal nih chevy.. akhirnya sukaaa karena dengan harga yang sekelas xenia avanza bisa dapet mobil yang cukup oke.. material nya jauuh lah lebih baik dibanding avanza xenia.. sayang pabriknya tutup.. tapi kayaknya kami tetap bakal pakai mobil ini.. mudah2an awet 🙂

    • amy says:

      apapun yang terjadi mau pabriknya tutup yang penting aye udh dapet kpastian jaminan sparepart aman…udh mau stahun pake spin mesinya tambah halus nyaris tak terdengar..n merasa spesial karena orang gapernah salah naik mobilnya sendiri..mobio lain berjejer sejuta umat ..please dehh..

  14. Padahalll yaa baguss gt ya…

  15. anton says:

    Spin lbh unggul dr temen sekelasnya dia
    Sayang mati muda
    Saya kira imej utk rakyat indonesia
    Merk chev : brg bagus,sparepart mahal,hrg jual rendah
    Itu hal2 yg seharusnya sebisa mungkin diantisisapi pihak management chev

  16. SOLE says:

    Ini GM tanggung banget gebrakkannya, gelontorin duit triliunan buat bangun perakitan, tapi jaringan ASS-nya tidak diperbanyak and sisi marketing yang lemah….(lha wong jaringannya di daerah tidak ada)…Konsumen akan berpikir ulang nantinya; gimana ketersediaan suku cadangnya? mahal apa gak? di mana servicenya? bla..bla.

  17. kapurbarus says:

    Kemarin saya baru main ke Dealer Chevy Kalimalang, ada sedikit klarifikasi dari salesnya, bahwa pabrik yg tutup dibekasi adalah pabrik perakitan, dan pindah ke India untuk cost yg lebih murah. DAN bukan pabrik tutup Spin jadi ikutan stop, Spin tetep diproduksi india dan jadi produk worldwide (bbrp negara lah) dan TIDAK discontinued seperti Aveo (yang menurut ane mobil keren juga ini).

    So nanti kedepannya Spin masih tetep ada seperti biasa, cuma malah CBU yang bakalan lebih mahal dari sekarang.

    Menurut ane secara objektif yang salah ya memang GMI, kurang brand image dan promosi yang galak di Indonesia. karena Spin memang mobil bagus dikelasnya, built in material, audio, handling, kenyamanannya dll (dibanding produk sebelah yang sekelas).

  18. bescorpio says:

    tuh kan bakal lebih mahal,,,, hiks

  19. Invented says:

    So masih layak ngga kalau beli spin sekarang? Terus kalau iya, apakah baru-nya masih ada?

  20. Asder says:

    Beli spin sekarang apakah asih layak om?

  21. aristo says:

    ane masih berharap mobil ini balik lagi ke indonesia .. udah cocok sama kualitas jadi nya mundur karena masalah spare part yg susah dan mahal …

  22. Conrad Gultom says:

    Saya sih sudah jatuh cinta pad Chevy Spin pada pandangan dan test drive pertama. Dari hampir semua parameter yang dibutuhkan untuk sebuah kendaraan keluarga untuk kelas Low MPV, menurut saya Spin lebih unggul dari semua competitor sekelasnya.
    1. Kelenturan suspensi dan ukuran ban yang pas dengan profile jalanan Indonesia yang banyak lubang, polisi tidur, aspal/cor yang “keriting”.
    2. Suara yang senyap di kabin, namun feel getaran mesin & putaran roda tetap terasa oleh Pengemudi. Jadi gak ngantuk bawanya, namun semua Penumpang bisa tidur nyenyak.
    3. Sound system yang WOW, terasa seperti sound system berkelas. Enak buat dengar semua jenis musik, dari Klasik, Acapella, Pop, Disco, sampai dengan Dangdut sekalipun.
    4. Fasilitas Immobilizer yang terbukti anti maling. Secara di Indonesia tingkat kesejahteraan dan tingkat mentalitasnya masih menjamur yang namanya “Maling”.
    5. Standar kualitas bahan : plat kaleng yang tebal, kaca (laminated & tempered glass) yang menerapkan standar kualitas tinggi ala General Motor. Ditambah struktur konstruksi body yang mono-coke, tanpa sambungan karena dicetak sebagai satu kesatuan.
    Kalau ndak percaya, coba test drive dalam kondisi cuaca hujan lebat. Baru terasa tuh kualitas kaca mobil dan plat kaleng yang membungkusnya: tetap bisa melihat jelas ke luar (serasa gak ada kaca, dan gak berisik (klenteng-klenteng).
    6. Ukuran/dimensi yang pas dengan kondisi jalanan Indonesia yang gak lebar-lebar amat, alias ngepas. Tapi tetap terasa lega di dalam kabin. Dan bentuk semua sudut yang membulat membuatnya mudah uuntuk diparkir di area parkir yang pas-pasan. Kecil kemungkinan sudutnya nyenggol mobil lain, apalagi tembok.
    7. Riset atas design dan logika berfikir yang dipakai untuk mengkonfigurasi posisi gear Metic-nya. Benar-benar matang. Bandingkan saja dengan susunan gear metic brand lain yang sekelasnya. Sangat aman dan simpel untuk digunakan, bahkan untuk orang yang baru bisa nyetir sekalipun. Kebayang ndak bahayanya, kalau dari posisi “D” atau “1” atau “2” atau “L” di Metic “Tetangga” yang bersebelahan dengan “R”. Dengan 6 percepatan Metic dan bisa switch ke manual (Triptonic) yang halus, gak bisa dah dibandingin dengan MPV Tetangga yang sekalasnya.
    8. Konsumsi BBM yang relatif irit, malah termasuk sangat irit untuk performa mesin yang Jos-Josss begitu, sekalipun yang metic-nya. Kalau MPV Tetangga, ada sih yang lebih irit, tapi tenaganya juga jauh lebih irit, alias gak kuat nanjak.
    9. Kalau soal safety, saya gak perlu komentar banyak. Tanya saja POLANTAS, minta data statistik LAKALANTAS, terutama yang LAKA Tunggal, berapa persen dari populasi LAKALANTAS Spin dibanding MPV Tetangga. Dan berapa persen angka korban jiwanya dari angka LAKALANTAS yang ada. Ingat, bukan jumlah LAKALANTASNYA, tapi PROSENTASE dari POPULASI, itu baru Fair.
    Apa gunanya Airbag kalau body mobil sudah jadi peyek..?? Pasti orang di dalam juga gak akan selamat. Itu yang terjadi di MPV “Tetangga” yang sekelas harganya.
    10. Sistem pengisian BBM yang memaksa Pengemudi mematikan mesin, karena harus cabut kunci buat bisa buka tutup tangki. Aman buat kebiasaan “Orang Kita” yang rada malas keluar mobil waktu isi BBM, meskipun cuma Driver doang, gayanya bisa kayak Boss Besar saja, isi BBM tetap duduk di dalam mobil sambil main HaPe.

    Kalau soal spare parts dan service yang sedikit sulit kalau di kota kecil, menurut saya masih aman saja, selama cara pemakaiannya masih sesuai dengan petunjuk manual dan Services Representative-nya. Toh kualitas parts-nya juga memang dibuat dengan standar tinggi untuk pemakaian jangka panjang. Ya wajarlah kalau rada mahal. Harga kan memang gak pernah bohong.

    Saya koq tetap optimis, kalau Spin ini akan balik ke Indonesia, secara Indonesia adalah pasar terbesar dunia untuk mobil kelas MPV, apalagi yang dengan bangku 3 baris.

    • AirDingin says:

      Saya pengguna spin , jujur dri segi bbm , termasuk irit banget , apalagi diselnya… Semua tergantung cara bawanya….
      Tapi secara marketing spin terlalu jujur , contoh dibilang konsumsi nya 1:14 , org mikirnya boros , coba merek jepang , rata” bohong semua , malah ada yg bilang 1:20 , kenyataannya 1:11 hehe

Leave a Reply