Kelanjutan Mobnas, Pemerintah : Mobnas Start Dari Kendaraan Niaga. Esemka : Siap!

Memang mobnas dari dulu acap kali selalu kental nuansa politis, namun mobnas harus ada di indonesia

Yudakusuma.com – Pagii lur….

Mobnas atau mobil nasional pada awal tahun ini adalah magnet bagi pemberitaan media, baik media otomotif maupun media mainstream. Sedihnya kadang ada nuansa politis di balik mobnas, dari dulu loh dari jaman timor sampai sekarang ini. Wajar sih mobnas selain membangkitkan nasionalisme juga menjadi magnet karena indonesia mempunyai peluang otomotif cukup besar. Masih ingat dalam ingatan kita adanya sebuah PT yang joint venture dengan Proton dalam menciptakan mobnas, lalu apa kabar Esemka? 😐

10505518_507908262643279_4625549924511955536_n

Selagi progress mereka masih tanda tanya, Esemka ternyata tetap menjadi fokus untuk mobnas. Hal ini dibuktikan dengan rapat terbatas Presiden Jokowi dan dengan para menteri untuk membahas tentang mobnas [lihat disini], disitu pihak Esemka juga turut hadir. Hasil yang dicapai dari rapat terbatas mobnas ini adalah :

  • Pemerintah mengingkinkan mobil dengan komponen lokal 100%
  • Posisi mobnas akan digarap di sektor niaga sebab cukup riskan untuk head 2 head dengan produsen otomotif asing.
  • Mobnas bisa dibilang sangat telat dibanding negara lain, korea sudah mulai di tahun 70an, malaysia di tahun 80an dan china di tahun 90an.
  • Problematika mobnas : Bila dipaksakan mobnas seperti mobil malaysia [memproduksi mobil penumpang seperti LCGC] maka akan sulit bersaing
  • Problematika mobnas : bahan baku cukup mahal, sehingga perusahaan plat merah semisal krakatau steel perlu memberikan harga bersaing.
  • Esemka sudah menyatakan tertarik dengan proyek pemerintah ini.
  • Produsen lokal lain tidak menutup kemungkinan ikut dalam proyek ini.
  • Untuk pengembangan produk, Esemka memperkirakan awal butuh modal Rp.100 Miliar

Ini adalah beberapa point yang telah penuliz rangkum dari berbagai sumber. So, melihat point-point yang telah ada sebenarnya bisa dikatakan masuk akal dan wajar. Begini, kita sudah tahu bahwa produsen asing sudah merajalela di indonesia ini. Mulai dari kendaraan kecil city car hingga mobil mewah. So bila sedulur berharap Esemka mengeluarkan sejenis Rajawali, riskan bung! 😮 [lihat disini]

11024202_602684259832345_8679428311490908260_n

Kenapa begitu, penuliz ambil contoh Astra group yang memegang Toyota dan Daihatsu, mereka punya finansial kuat untuk developing sebuah produk, vendor supportnya ada dimana mana, jaringan dan sales? nggak usah ditanya, dan masih ada produsen asing lainnya yang juga memenuhi kriteria ini. Which is, apabila mobnas dipaksakan terjun ke “daerah” low MPV / low SUV yang bisa dibilang ladang subur, bisa bisa digeser paksa. Ingat kasus Chevy Spin yang kemarin kita bahas. 🙄

All-New-Terios

Daerah low MPV / low SUV adalah daerah yang membutuhkan : quality, good price, brand image, manajemen yang handal dalam mempromosikan, jaringan banyak dan aftersales yang memadai. Tahu sendiri kan produsen yang menang dalam hal ini siapa aja? Bisa dibayangkan bila Esemka latah masuk kelas ini tiba-tiba, sekalipun disupport pemerintah belum tentu semua kategori yang penuliz tulis diatas  langsung jadi dalam semalam. Katakanlah aftersales, tidak mungkin langsung jadi dalam waktu singkat seperti candi dalam cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. :mrgreen:

IMG_6883(1)

Contoh yang konkrit dalam hal ini adalah Proton, sudah keren keren membuat kendaraan penumpang di negeri sendiri dan disupport pemerintah, ternyata penjualannya juga melempem di negeri sendiri [lihat disini] 😕

“Bukan mobnas. Ini membicarakan masalah angkutan pertanian, pedesaan, itu yang kita siapkan dan akan kita produksi sendiri. Untuk perkebunan, pertambangan, atau di pedesaan, ini tentu cukup banyak. Kalau bisa, kita cari produksinya sendiri,” ujar Saleh Husin seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Rabu (25/2/2015).

Maka sasaran mobnas digeser menjadi kendaraan niaga untuk perkebunan dan pertambangan semacam pick up, truk, bus dan mungkin kendaraan berat. Menurut penuliz ini hal ini sudah tepat sasaran, kenapa? Pertama : yang dibutuhkan oleh masyarakat indonesia memang bukan kendaraan penumpang, tapi kendaraan yang bisa mengangkut hasil bumi dan usaha masyarakat Indonesia yang proper dengan harga murah. Kedua : mobil LCGC belum sampai pada tahap ini. Ketiga : Kendaraan niaga produsen asing semua rata-rata sudah di angka 100 jutaan keatas. Keempat : niaga adalah tempat yang cocok untuk membangun brand image dan aftersales sambil jalan. 😉

FE8D391A-9311-4480-895B-99B63A0EDEA9_mw1024_s_n

Mengambil contoh, semisal Suzuki dan Mitsubishi, di Indonesia sasaran mereka yang pertama adalah kendaraan niaga, dan setelah mereka menekuni niaga mereka siap menyasar segmen kendaraan penumpang. So walaupun kendaraan penumpang penjualannya tidak terlalu waw di indonesia tapi kendaraan niaga mereka masih hidup. 😀

934_02MITSUBISHI ALL TYPE

Di India, produsen kendaraan mereka menerapkan hal serupa, seperti Tata, Mahindra dan Ashok Leyland dan start di tahun 70an. Awalnya mereka adalah produsen kendaraan kelas berat dan pick up, dulu pernah penuliz ulas Tata Ace. Sehingga pada saat masuk ke tempat kendaraan penumpang di tahun 90an, mereka sudah penuh dengan amunisi. Sekarang mereka berhasil ekspansi ke berbagai negara dan membeli saham Jaguar – Land Rover untuk dijadikan “guru” mereka dalam memproduksi kendaraan penumpang. 🙂

Tata_Prima_Truck2

Di negeri sendiri sebenarnya sudah ada contohnya, Viar. Mocin? ya mereka memang menggunakan mocin sebagai alat jual awalnya sekaligus media belajar mereka. Mocin yang mereka sasar adalah Viar Karya, kendaraan niaga tiga roda. Ternyata pasar mampu menyerap produk ini sehingga Viar bisa melebarkan aftersalesnya kemana mana. Berikutnya adalah trail Viar Cross X yang digarap dengan kandungan lokal 70%, dari sini sudah positif dan sepertinya sasaran Viar adalah brand image durability. 🙄

10426259_556955887738516_2587193688410911212_n 10672203_547834631983975_609215039000070950_n
^BTW Esemka Rajawali sudah lama didistribusikan loh

Overall proyek pemerintah ini tinggal dimatangkan saja… konsep sudah benar… tinggal masalah vendor dan bahan baku biar nanti harga jualnya nggak jauh dari kenyataan. Produsen lokal seperti Esemka juga mbok ya terus disupport penuh… jangan sampai Esemka kendor lagi kayak kemarin. Matangkan juga konsep kendaraan niaganya, kalo bisa tarik kalangan professional dalam hal RnD nya. Terakhir untuk Esemkanya sendiri adalah niatnya, kalau sudah maju tinggal gaspol saja… tenang aja kok, masalah support banyak banget, orang Indo walaupun gini gini beli Avanza juga seneng sama mobnas kok… 😆

So monggo komentar kripik dan saran membangun dalam hal ini :mrgreen:

Nyetir sehat pasti pintar………….  Salam gendjoooooooooooooossss………….!!

Source : nasional.kompas.com, themalaysianinsider.com, fb esemka indonesia

This entry was posted in SUV, Truck / Double Cabin and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Kelanjutan Mobnas, Pemerintah : Mobnas Start Dari Kendaraan Niaga. Esemka : Siap!

  1. onzak says:

    komponen lokal 100% apa mungkin???
    selain angkutan pedesaan harusnya jg memyasar kendaraan dinas bumn juga biar ada pasar yg jelas…

  2. ndesoedisi says:

    Om, Texmaco kan dulu bikin truk sama bus Perkasa, tapi tetep aja dihantam 🙁

    • Yudakusuma says:

      beda kebijakan itu om… nggak tahu deh tapi siapa tahu texmaco juga merapat

      • ndesoedisi says:

        Texmaco merapat kemana Om ? kan udah dibikin bangkrut, kalo artikel tentang produk Texmaco udah pernah saya bahas…

        • Yudakusuma says:

          ya tidak harus sinivasan dengan pt.nya juga… bisa saja ada orang bekas texmaco yang mencoba membuat kembali entah berkolaborasi dengan smk atau membuat pt lain. intinya tidak usah paranoid akan mobnas. :mrgreen:

          • ndesoedisi says:

            kalo ,menurut saya justru akan lebih bagus kalau dimulai dari As*ra & Ind*mobil yang melepaskan diri dari PMAnya, ya seperti cerita TVS & Hero dari India 😆 😆 😆

          • Yudakusuma says:

            kayaknya yang ane lihat sih… pabrikan roda 4 ini, astra ini lebih mirip maruti suzuki di india… menurut ane sih tidak gampang mengingat market share terbesar toyota dan daihatsu nyaris di indonesia semua… ndak mungkin mereka begitu saja gampang lepasin… kalau mau misah, tembok halangannya pasti lebih besar lagi :mrgreen:

          • ndesoedisi says:

            nah justru itu yang menarik, kalo bisa kan bakalan seru tuh 😀

  3. mariodevan says:

    g bsa desa itu hrus prawatan mudah dan bandel, jringan juga hrus luas sampe ke pedesaan… knapa gak masukin ke pasar lcgc?bunuh aja itu peraturan lcgc gnti mobil nasional beres….

    • Yudakusuma says:

      kalo ane sih berpikir LCGC itu bisa jadi barrier antara mobil asing dan mobnas… Sebisa mungkin mobnas ini kebijakannya terpisah dan menguntungkan [terutama perihal bahan baku]… harapannya mobnas harganya under 100 juta, soalnya toh LCGC rata-rata sudah up 100 juta. takutnya kalo dibarengin ke LCGC nanti dihantam produsen asing lagi.

      • mariodevan says:

        nah maksudny lcgc g boleh diikutin pabrikn asing, lha wong hargany da g murah!akal2an jaa… ngomongny lokal componen mulu, g ada transfer teknologi, dri jaman 45… cabut aja praturan itu, alihkan ke mobil lokal, slama msh ada lcgc konsumen akn lbh milih produk branded,krn hrga g beda jauh, mobil nasional g bsa berkembang… imho

  4. asal bagus (nggak rewel, perawatan gampang, part banyak dan banyak part bisa subtitusi juga) dengan harga bersaing dibumbui iklan/berita yang masif pasti laris 😀

  5. seneng dah mobnas dah dibahas lagi…..klo bisa langsung aja loncat ke hybrid untuk mpv nya 1 ltr bisa 100km harga di bawah 100 juta..part di banyakin klo bisa di jual di setiap kantor pos…wah pasti deh kayak kacang goreng..very hopefull

  6. Mas Sareh says:

    Modelnya seperti ESEMKA Rajawali sudah pas sesuai dengan kontur jalan di Indonesia, kalau harga 110-145 jt sudah bisa bersaing dengan LCGC. Sebenarnya juga banyak kok Rakyat yg suka sama ESEMKA. Viar saja sekarang sudah eksis dengan roda 3nya.

    Ayo lanjutkan ESEMKA kapan bisa MERDEKA di negeri sendiri??? Buat ANOA saja Bisa, Hanya pemerintah yang belum mensuport sepenuhnya yang PASTI Produsen Jepang TIDAK mau MOBNAS Berkembang mereka akan berupaya dengan segala cara, termasuk Bloger yudakusuma sudah bagus mau memuat berita MOBNAS, kalau BLOG yg lain malah bangga2kan Produk JEPANG, kapan menyadari kalau kita masih dijajah??? .

  7. Kluban.net says:

    nyimak saja, tunggu kenyataan

  8. Ale uto says:

    Memang bagusan sih cari pasar yg ga mainstream, seperti kendaraan niaga.. kalau kendaraan penumpang kan sudah berdarah” industrinya..

    Menurut saya untuk mobil esemka itu menggandeng salah satu perusahaan mobil untuk transfer teknologi kendaraan, jadi bisa menghemat waktu dan biaya di R&D, drpd mengimport bulet” mobil tiongkok, kyk esemka rajawali yang mengimport mobil dr foday kemudian dirakit disini..

    Kalau esemka masuk ke pasar mobil penumpang, takutnya kurang bisa bersaing. Seperti mobil proton, agak kurang dalam penjualannya. Padahal secara kualitas ga kalah juga dengan mobil jepang, saya pernah menyetir proton saga handlingnya fun to drive, stabil banget, pas hujan suara keredam bagus tidak terlalu berisik, mungkin dr segi plastik mesti ada perbaikan, tp sayangnya kurang bisa bersaing dengan produk jepang.. karena mindset orang sudah tertanam kalau mobil jepang = bagus, kalau selain itu sudah ga dianggap mobil lagi kasarnya.. kalau ingin merubah mindset itu susah sekali dan memerlukan waktu yg lama..

  9. gaplek mania says:

    siiip..maju terus..semoga bisa punya salah satu

  10. RPMspeed says:

    nggak didukung kok pengen punya mobnas 😮

    ————————————————-
    Pasang Spakbor Kolong Yamah Byson
    http://rpmsuper.com/2015/03/04/pasang-spakbor-kolong-yamaha-byson/

  11. sukanyaMOTOR says:

    baca komen-komennya menyenangkan

  12. vario125 says:

    pemerintah kalo dukung jangan setengah2. ntar yang jadi presiden ganti, mobnas hilang ditelan bumi lagi….

    yang paling utama, tanamkan image bahwa mobnas itu kuat, bandel, spart part banyak (termasuk kw juga), bla bla bla. nah ini yang butuh modal besar

  13. iblis_kedip says:

    Sulit…

    Butuh pemerintahan strong n tebal muka melindungi produk dalam negeri…. Sumber daya alam, tenaga ahli, ilmu kita udah besar loh…. Pesawat, kapal, kereta, senjata udah bisa masak mobil n motor masih dijajah?

    texmaco, timor, bimantara udah sukses manufacturing tapi tenggelam oleh kelakuan bangsa sendiri… Boleh kan berpikir konspirasi…

  14. terima kasih atas tulisan nya tentang Esemka …

  15. Warga Sipil says:

    Esemka Lanjutkaaaaaaaaaaannn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!…

Leave a Reply