Bahaya Nggak Sih Keluar Kota Pakai LCGC Dibanding Mobil Biasa?

Melihat struktur LCGC umumnya semua adalah city car walau low cost, seberapa membebani saat dipakai mudik sih?

Yudakusuma.com – pagi lurrrr….

Low Cost Green Car [LCGC] menjadi suatu inovasi dan kesegaran bagi masyarakat indonesia, sebab dengan harga yang terjangkau orang bisa bermobilitas kemanapun bersama keluarga. Belum lagi LCGC umumnya city car yang notabene sebelum LCGC hadir sebenarnya orang-orang rada il feel dengan city car. Sebut saja Ceria, Karimun Estilo, Visto, Atoz yang sebenarnya penjualannya tidak se”gegap-gempita” Avanza Xenia walaupun harganya lebih murah [sedikit]. 😀

persiapan membawa lcgc city car ke luar kota 03

Hal ini bisa dimengerti sebab budaya kita saat lebaran, budaya guyub masih kental. Orang lebih berselera membeli mobil dengan durabilitas tinggi dan tampungan / keleluasaan yang lebih. City car saat itu dianggap mobil yang riskan dibawa keluar kota dan masalah keleluasaan jelas menjadi faktor. Jujur ini paradigma yang sama ketika orang melihat matic di motor pada jaman dulu, terkesan ringkih dibanding bebek. 🙄

persiapan membawa lcgc city car ke luar kota 01

Namun seiring waktu berjalan orang sudah mulai menerima city car [dan matic motor] karena dianggap praktis digunakan, hemat bbm, pajak dan…. em… masih mending lah daripada pake motor 😆 Apalagi LCGC menjadi pembius orang-orang membeli city car karena harganya nyaris setengahnya dari Low MPV. Tapi gimana masalah guyub dan mudik? Amankah LCGC dibawa mudik / keluar kota?s 😀

persiapan membawa lcgc city car ke luar kota 04

Penuliz menemukan artikel yang menarik di otomotif.kompas.com, pembahasannya sama. LCGC aman gak sih dibawa ke luar kota? ada ritual berlebih nggak sih bawa LCGC banding mobil biasa? narasumber kompas, Iwan Abdurahman, Section Head Technical & Warranty Department Toyota Astra Motor memberikan pengertian lebih mendalam. 😉

"Tidak ada bedanya mengemudikan Agya dengan Avanza, Innova, Yaris, ataupun Vios. Paling penting adalah sejauh mana pengemudi mengetahui karakter mobil yang dikendarainya," ujar Iwan.

persiapan membawa lcgc city car ke luar kota 10

Menurut pak Iwan, mengemudikan LCGC tidak ada persiapan lebih, sama saja seperti persiapan dengan mobil biasa. Asalkan kita berpelesir melalui aspal berkontur normal, tidak perlu khawatir. Paling penting kita harus memahami kondisi mobil saat ingin berpergian ke luar kota. 🙄

"Kecepatan berakselerasi saat sendiri dengan bobot penuh akan berbeda, itulah yang harus dipahami. Pede saja tidak cukup, dan itu berlaku saat mengendarai model apa pun. Hal tersebut berpengaruh pada akselerasi dan stabilitas," tambahnya.

Pemikiran Penuliz

Mungkin sedulur ada yang menggangap “hal begini kok diributin”, tapi  ternyata ada juga orang yang masih mengkhawatirkan hal tersebut. Yah awalnya penuliz juga berpikiran serupa, namun melihat beberapa komentar di forum mungkin rasanya perlu juga membuat artikel ini haha… Jadi menurut pengalaman penuliz, membawa LCGC dengan city car yang tidak tergolong LCGC tidak ada perbedaan drastis pada saat membawanya. Kalaupun ada yang berbeda, bedanya tipis, jadi masih dalam kategori wajar.  😀

persiapan membawa lcgc city car ke luar kota 05

Perbedaan mencolok yang perlu diperhatikan saat membawa LCGC / city car adalah wheelbase yang cenderung pendek. Hal ini akan menimbulkan goyangan berlebih pada saat menemui jalan dengan kontur bergelombang / keriting. Berbeda dengan mobil berwheelbase panjang seperti MPV dan sedan, goyangannya tergolong normal. Ini menjadi perhatian lebih saat membawa LCGC / city car di jalanan. 🙂

So yang menjadi point dasar pada saat sedulur membawa LCGC / city car di luar kota adalah :

  • kaki-kaki mobil ini tidak sebandel MPV. Jelas karena toh LCGC / city car kan diperuntukkan untuk perkotaan, bukan luar kota. Bila tidak mau dipusingkan dengan penggantian tierod dan balljoint ya jangan asal menghajar lubang.
  • Sebagai compact car, jangan membawa akomodasi berlebih baik orang maupun barang. Bawalah sesuai kewajaran yang ditentukan mobil. Kalo boleh 5 orang ya 5 orang. Bawa barang ya di bagasi secukupnya.
  • Bawa barang di atap? sebenarnya sih hindari ini namun jika terpaksa ya sewajarnya sajalah, jangan berlebih. Ingat sedikit saja bawa barang di atap sudah cukup mempengaruhi kontrol kemudi lho. Apalagi bawa segunung… kaki kaki mobil sedulur menangis lah. 😆
  • Ingat umumnya ban LCGC / city car tidak besar, tapaknya pun tidak lebar. Saat di luar kota janganlah bermanuver ekstrim karena ban kecil > tapak tidak lebar > minim grip. Namun bila sedulur berinisiatif mengganti velg dan ban satu step setidaknya lebih adem ayem lah… setidaknya R14 – R15.
  • Em… ini sih umum untuk semua mobil yang mau keluar kota, ada lebih baiknya servis bila mendekati waktu perawatan berkala. Jangan lupa cek oli rem, oli mesin, air wiper dan air radiator. Jangan lupa juga bawa perlengkapan kunci-kunci pendukung dan cek tekanan angin tiap ban [jangan lupa bawa ban cadangan lho haha…]

Kira kira sekian tips dan trik yang dikemukakan penuliz. Intinya sah aja kok bawa LCGC keluar kota asal memenuhi syarat tadi ya… So happy journey… :mrgreen:

Nyetir sehat pasti pintar………….. Salam gendjooooooooooooossss…………!!!

This entry was posted in City Car, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Bahaya Nggak Sih Keluar Kota Pakai LCGC Dibanding Mobil Biasa?

  1. Mase says:

    Makasih tipsnya om

  2. kalau mau lebih pede bawa LCGC pilih yang manual karena jauh lebih responsif.. yang matic lemoooottt

  3. Arif says:

    Menurut gw bedanya di kenyamanan berkendara aja, kalau pakai mobil kecil, pastinya gak senyaman mobil gede. Artinya harus lebih banyak istirahat buat supirnya, karena bawa mobil kecil akan lebih cepet cape.. 😀

  4. Irawan says:

    nggak punya mobil jadinya nggak bisa kasih pendapat 😀

  5. gaplek mania says:

    nggak apa2 lah ..lawong vario / mio jatah buat muter2 komplek aja bisa mwnempuh ratusan kilometer di tangan mudiker kok :-p

  6. st3v4nt says:

    yang perlu diperhatikan itu bbm-nya jangan kebanyakan dipaksa minum premium di SPBU daerah yg suka gak bersih….pulang2 bisa ngelitik….

  7. ari says:

    yang bahaya itu keluar kota pake odong2 :mrgreen:

  8. paman tang says:

    LCGC itu bedanya paling gede pas di tol ama dibuat ngebut….papasan ma kendaraan besar udah goyang2,,dibutuhkan tenaga lebih buat kontrolnya

  9. bimarakin says:

    Sayangnya untuk faktor keamanan. Rangka monocoque yang ‘dikawinkan’ dengan bodi tipis sudah cukup untuk membuat kita was-was.

  10. Sofyan says:

    Ane selalu was-was pake ban kecil macam mobil2 lcgc, sodara ane pake. Btw knp sih harus ada regulasi ban kecil begitu, bukannya malah ga safety ya?

  11. nugy says:

    Tunjukan IDENTITAS Anda dengan Aksesoris KEREN untuk mobil KESAYANGAN anda. Gantungan Kunci Mobil SIMPLE & ELEGAN berbahan Logam/Krom.

    – Harga: Rp.40.000,-( Belum termasuk ongkos kirim)
    Pemesanan via: WhatsApp/sms : 081231143933
    ==========================
    Jumlah Pembelian Bebas, Jika Beli minimal 3pcs (Logo boleh campuran) bisa dapat DISKON 10% per pcs.
    ===========================
    Silahkan sebut nama dan jumlah order gantungan kunci nya, alamat lengkap dan nomor telepon
    agar bisa saya rinci order dan biaya kirim nya..

    – Lokasi saya ada di Ngawi – Jawa Timur
    ==============================
    Catatan:
    tersedia gantungan kunci merek mobil lain juga:
    Mercedes-Benz – BMW – Fiat – Peugeot – VW – Jeep – Toyota – Honda – Mazda – Land Rover – Mitsubishi – Suzuki – Chevrolet – Opel – Nissan – FORD – Volvo – Renault

  12. handoyo says:

    Diatas beberapa kali kata “guyub” diulang, sependek pemahaman saya guyub itu punya makna seperti: ngumpul dan larut dalam suasana akrab, termasuk jalan-jalan bareng.

    Disinilah celah kelemahan LCGC kalo dibawa mudik, dg kapasitas 4 org dewasa (5 sih maksain), akhirnya jadi sungkan kalo mau ngajak jalan bareng keluarga dikampung, lha wong mayoritas sanak keluarga dikampung belum punya mobil.

  13. vmen says:

    selisih dikit penge banyak penumpang pake avanza mas.

  14. dekstopsamit says:

    salah satu kekurangan City Car, di jalan tol goyang dibawa kencang, dan lebih baik jangan pakai premium, kasihan bila city car pakai premium bisa ngeden mulu.
    http://www.hpaiherbal.com

  15. Mursim danil says:

    Ia bang sy pake lcgc wat musik Jakarta Jogja dan g masalah,lumayan nyaman….Pertamax bbmnya

  16. Mursim danil says:

    Awalnya saya ragu2 bawa muddik citycar saya,ny Mulu ama sales t*yt,katanya g masalah.kl nyalib kendaraan truk,bus ngibrit…g klah Ma mpv pokoknya dah…..

  17. untung says:

    saya 2 kali bandung – jambi p/p berempat dengan agya matic …
    lancar dan nyaman

  18. danzz says:

    alhamdullilah dibawa ke dr jakrta-bandung-jogja aman pake agya manual.. yg penting jgn pake mobil cina serem liat durability mesinnya

  19. Herzal Etank says:

    Sy pake karimun wagon r bogor Jogja PP baik2 aja..ngacir malah

Leave a Reply