Tentang iklan-iklan ini

Apa Aja Yang Ada di Booth Daihatsu Saat IIMS 2014 Berlangsung? [Goes To The IIMS 2014]

Menggusung tema “Fun With Your Friends”, booth daihatsu akan dipenuhi nuansa ceria, edukatif dan interaktif.

Hai lur…

Kali ini menilik dari booth Daihatsu, sebenarnya ada bocoran dari kang idhuy bahwa kemungkinan booth Daihatsu akan disusupi oleh sports car kecil yg baru saja diluncurkan di Jepang. Hem tepatnya sih bocoran dari banner yang ada di Jalan Lenteng Agung hehehe… Terpampang banner Daihatsu dengan Copen sebagai ikonnya. :mrgreen:

IMG-20140813-WA0019

Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

Leaked! ternyata seperti ini toh sosok dari Toyota Evonza… Avanza mesin Evo… Bodinya polos gan……

Avanza mesin Evo… beberapa ada yang mengapresiasi dan ada pula yang mencibir… tapi tentu saja idenya bisa dibilang gokil!

malem lur…

Dulu masih inget penuliz pernah membahas sebuah Toyota Avanza yang sedang di dyno…. dan buka kap mesin terlihat kotak merah di dalamnya… Dari bentuk mesin yang sederhana ini orang biasa mungkin menggangap biasa saja. Tapi engine bentuk kotak merah ini bukan mesin biasa…. inilah mesin dari Mitsubishi Evo.

Artikel dulu bisa dibaca disini >>>

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

1456077_10152055187319403_1177717224_n

 

Baca lebih lanjut

Edaann Gan! Toyota Evonza…. Avanza Bermesin Lan Evo minibus pembunuh sportscar, sleeper mania… Mantap!

 

Cukup banyak sekarang mobil city car atau mobil diesel yg jadi langganan riset dengan spek gila gilaan… namun siapa sangka ada yang tertarik spek gila gilaan di avanza.

Toyota Avanza…

Apa yang ada di benak sedulur? mobil sejuta umat? mobil seven seater? mobil dengan harga jual yang tinggi? mobil dengan sparepart tiada batas? mobil yg ngerawatnya cukup merem doang? mobil kaleng? [halah…] Namun pada intinya mobil ini memang masih menjadi idola keluarga indonesia dan tentu saja dimana mana ada [selama masih indonesia loh ya]. Bahkan ada yang berkata ngga bakal bisa menang deh lawan avanza, sekalinya dibalap pasti di depan ada lagi.

1912042_726946767336521_734570031_n

Baca lebih lanjut

Wow… diam diam Daihatsu mengeluarkan New Luxio…. makin mirip Baby Alphard, sangar nemen…..

Setelah 5 tahun tidak melakukan gebrakan… ternyata diam diam ADM memfacelift Luxio… kuda hitam oh kuda hitam

Hai lurr…

Baru saja penuliz mendapat berita bahwa Daihatsu sudah membuka selubung hitamnya untuk mobil barunya… jebule opo? Luxiooo…. wah, ternyata Luxio yang sejak perilisannya pada tahun 2009 tetap disempurnakan dan diremajakan. Ya walaupun pada dasarnya penjualan Luxio tidak se “gurih gurih nyoy” saudaranya, Xenia tapi tetap Luxio jadi andalan Daihatsu sebagai kuda hitam di pasar People Carrier atau Low MPV.

Daihatsu 1 
^Daihatsu Luxio Quartett Concept

Baca lebih lanjut

Ashok Leyland Stile, kembaran Nissan Evalia rasa negeri bollywood.

Hasil kerjasama Nissan dengan Ashok Leyland menghasilkan evalia dengan muka yang lebih emm….  meriah?

halo lur… lama nggak ngeblog… UTS je….

Kali ini penuliz lagi pengen bahas kembaran nissan evalia di india ini, sebenarnya evalia punya banyak kembaran. Tadinya sih rencananya mau ane bahas dalam satu artikel tapi kayaknya bakal panjang neh… kalo infonya dikit kok rasanya kurang gizi… ya udah deh satu per satu dulu aja biar enak.

Dare-launch

Baca lebih lanjut

Impression Driving Toyota Avanza 1.5 S 2010, Seberapa Layakkah dia beremblem “S”?

Mudik tahun ini bisa dibilang merupakan mudik yang lebih meriah dan ramai dari biasanya, apalagi banyak terdeteksi mobil-mobil baru, dimana plat plat putih dari berbagai kota sudah mengerumuni jalanan aspal panas jalur utara [pantura] dan jalur selatan. Tadinya sih penuliz dijanjikan akan bertemu dengan Suzuki Ertelu untuk diuji coba ke kampung halaman, ternyata sudah ada yang mengambil di rentalan, huhuhuhuuu…. rupanya faktor lebih banyaknya orang yang minjam mobil daripada tahun lalu dan waktu tempo meminjamnya lebih lama [sampai seminggu] menjadi faktor penuliz kalah rebutan Ertelu. Yaah mobil baru dan gres dengan berat hati urung penuliz dapatkan. Sebagai gantinya penuliz mendapatkan Toyota Avanza 1.5 S lansiran 2010 facelift akhir, bukan versi Veloz sih … tapi berhubung belum pernah penuliz coba versi 1500cc-nya ya sutra lah …. gak papa….

syukuri apa yang ada…. yaah sebagai avanza teratas lumayan lah, modelnya juga nggak katro-katro amat…

Toyota Avanza 1.5 S adalah model Avanza yang paling bagus menurut penuliz, bodykit seluruhnya memang terasa menyatu dan tercium aura racing elegant style. Beda dengan Nissan Grand Livina Highway Star yang malah terasa seperti pakai sarung. Apalagi ada diferensiasi mesin 1500cc yang membuat versi S tidak hanya diambil dari inisial kata “sport” tapi juga “special”. Kalau boleh bilang sih, jenis kasta Avanza ini seperti jenis kasta mobil kelahiran Eropa umumnya seperti divisi M-nya BMW, RS-nya Ford, Type-R-nya Honda yang versi racingnya berada di kasta tertinggi. Dan hasilnya nggak buruk juga mengadopsi marketing ala Euro Domestic Market begini.

trek yang bakal dilalui oleh penuliz untuk membantai avanza “big grin” ini. yang dikiri bukan gempa bumi loh ya xixixi….

Setelah minjem malam-malam akhirnya pagi tanggal 23 Agustus, penuliz beserta keluarga menyiapkan perlengkapan untuk mudik. Tujuannya? Biasa, ke Madiun… menuju kampung ibu penuliz… lagipula trek madiun ini selain jaraknya dekat, juga strukturnya bervariatif. So… setelah mulai berkemas, kami ke kaliurang dulu. Eitttss… bukannya mau wisata, tapi lewat jalur alternatif. Soalnya diprediksi Prambanan bakal menjadi biang kemacetan arus mudik, jadi kami harus melewati Cangkringan dulu.

siap-siap dulu di jogja, sekaligus sarungin si “gerobak” soalnya ditinggal agak lama

Di Cangkringan, kami dihadapkan pada kondisi jalan yang meliuk-liuk dan naik turun. Dari beberapa tikungan memang penuliz mendeteksi sedikit limbung daripada versi terdahulu, namun sebenarnya tidak begitu seheboh Innova dan bisa dieliminir dari teknik mengemudi saja. Namun sisi positifnya bantingan versi S cukup manusiawi dibandingkan para pendahulunya, akhirnya terlhat hasil riset suspensi yang cocok untuk mobil sejuta umat ini. Sayang walau lebih empuk namun tetap saja tidak bisa menahan ganasnya jalanan turunan Cangkringan yang sudah sangat rusak karena sering dilewati truk penambang pasir, duh mbok diaspal dong….

demi menghindari kemacetan, penuliz harus nyasar ke goa jepang. jauh ya, soalnya tahunya jalan alternatif cuma ini hehe….

Setelah masuk ke jalan Jogja – Solo akhirnya kami melakukan eco riding saja, sebab arusnya cukup ramai dan 4 lajur. Memang karakter jalannya mengundang banyak orang untuk melakukan pedal to the metal, tapi niat itu disimpan sajalah untuk jalur Solo – Ngawi yang karakternya banyak tikungan dan 2 lajur. Biar agak seru heheh…. Eco riding menghasilkan figur konsumsi 1 liter 14 km, wew lumayan mengingat jalanan penuh sehingga masih berkarakter stop n go. Lucunya Toyota Avanza 1.3 G yang dulu pernah penuliz coba figurnya sekitar 1 liter 12 km. Kok bisa nggak hemat ya? Ada yang salah? Padahal karakter pengemudian dan jalanannya sama.

kapasitas bagasi nggak jauh beda sama ertelu, tapi kalo dibandingkan dengan evalia, luxio dan “gerobak” yaah angkat tangan si doi.

Mulai masuk Solo artinya mulai dihadapkan kondisi stop n go sesungguhnya, disini lumayan menguji kesabaran saking sumpek dan macetnya. Namun AC-nya yang dingin cukup menenangkan perasaan, apalagi suasana dalam interior cukup akomodatif untuk semuanya. Tersedia cup holder di sisi samping penumpang dan penyimpanan cukup besar. Sektor bagasi jelas nggak begitu sebesar Evalia, Luxio dan APV apalagi “Gerobak” penuliz. Setidaknya masih bisa menampung 6 tas travel kecil. Yang patut disayangkan adalah sektor double din ori Toyota yang sudah K.O memutar CD player, memang ada gossip bahwa double din ori Toyota rentan rusak. Waduh kirain cuma opini doang… moga-moga saja versi Veloz yang integrated sama dashboard sudah direvisi. Namun bila ada yang tertarik dengan Avanza second, tidak ada salahnya kalau mengecek sektor audio lo….

posisi setir cukup ideal walau tak ada tilt steering. acnya dingin, penyimpanannya banyak, sayang double din ori sudah tidak bertaji untuk putar cd player.

Setelah belok kiri dari pertigaan Palur, jalanan Solo – Ngawi pun berhasil disentuh, jalanan ini maunya dijadikan 4 jalur tapi kelihatannya belum selesai dibuat, yaah semoga saja dipercepat pembangunannya. Setelah menjadi 2 jalur, mulailah saat-saat thriller, banyak para mudikers yang mulai main kucing-kucingan mulai dari panther gen 2, Luxio, Lancer, Innova, Avanza sampai sekelas Camry dan Vellfire . Penuliz pun ikutan sekalian menguji seberapa akseleratifkah anak ini? Sempet googling dulu cari spesifikasi mesin 1500cc ini, menurut spek torsi 130 nm-nya bisa didapat saat 4300 rpm, dan benar saja, langsung kuat melaju saat dipanteng 4300 rpm. Saat harus selap-selip melawan Avanza 1.3 G yang menguntit penuliz dibelakang, mesin 1500cc pun bekerja dan penuliz bisa meninggalkan versi G tersebut. Walau kami sama-sama gazzpollll tapi perbedaan mesin terlihat nyata. Sayangnya dibandingkan Luxio yang bermesin sama, perbandingan rasio giginya terbilang buruk sehingga kadang sulit untuk mendapatkan momentum menyelip mobil, bahkan memaksa penuliz menurunkan gigi.

bersanding dengan motuba josss chevrolet zafira, dimensi si eropa nyaris sama dengan avanza tapi pridenya lebih!

Walau menggunakan mesin Daihatsu 1500 cc anehnya Avanza S juga tidak seakseleratif Luxio, sedikit agak sulit untuk memainkannya di putaran menengah [60 kpj – 100kpj]. Untuk hal ini bahkan Avanza G 1300 cc lebih baik untuk putaran menengahnya. Mungkin mesin ini bertaji saat keadaan top speed saja [penuliz belum coba topspeednya karena jalanan begitu ramai]. Satu kelemahannya lagi adalah sasisnya kurang presisi, ini terbukti saat melakukan pedal to the metal di jalanan lurus Ngawi – Maospati. Lebih ngeri lagi saat di tes di jalan Maospati – Madiun yang Anginnya cukup kuat karena disampingnya Pangkalan Udara Iswahyudi. Rasanya gejala yang ditimbulkan bukan limbung, lebih tepatnya agak ngebounce alias goyang. Padahal hanya diisi 6 orang dan 6 tas travel kecil saja di dalam, tidak separah Avanza Saipul Jamil yang kalau gak salah diisi sampai 9-10 orang di dalamnya [belum tas2nya].

mampir di hutan konservasi jati @ ngawi buat beli furniture. oh ya, avanza 1500cc ini punya tipikal mirip kijang kapsul yang cenderung kurang lihai ngebut, harus pintar2 main rpm.

baris pertama dan kedua no problem tapi baris ketiga bukan untuk orang berpostur 170cm, sempittt mak!

Setelah bertahan dengan padat merayapnya jalanan luar kota, akhirnya sampai juga di Madiun, menempuh perjalanan sekitar 6 jam memang terasa capek apalagi perut emang sudah nyanyi “keroncong” protol dengan nada tinggi. Saatnya makan dengan menikmati Bakso yang gurih dan hangat. Puazzzzzzzz gan!!!

nyampe deh, walau kali ini jalannya agak santai, tapi kalo soal makan ngebut aja deh wkwkwk….

1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Transmisi Manual 5 Kecepatan Manual 5 Kecepatan
Perbandingan Gigi ke-1 3,769 3,769
Perbandingan Gigi ke-2 2.045 2.045
Perbandingan Gigi ke-3 1.376 1.376
Perbandingan Gigi ke-4 1.000 1.000
Perbandingan Gigi ke-5 0.838 0.838
Perbandingan Gigi Reverse 4.128 4.128
Perbandingan Gigi Terakhir 5.125 4.875
Suspensi Depan Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer Mac Pherson Strut dengan Pegas Koil & Stabilizer
Suspensi Belakang 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod 4 Link dengan Pegas Koil dan Lateral Rod
Rem Depan Cakram Cakram
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Rem Tambahan Proportion Valve (PV) Anti-Lock Braking System (ABS)
Ukuran Ban Alloy Wheel,. 185/70 R14 Alloy Wheel, 185/65 R15


1.3 G M/T Minor Change 1.5 S M/T Minor Change
Panjang | mm 4,120 4,120
Lebar | mm 1,635 1,630
Tinggi | mm 1,695 1,695
Jarak Sumbu | mm 2,655 2,655
Jarak Pijak Depan | mm 1,405 1,415
Jarak Pijak Belakang | mm 1,415 1,425
Berat Kosong | Kg 1,045 1,070
1.3 G M/T
Tipe Mesin 4 Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC
Isi Silinder cc 1,298
Diameter x Langkah mm x mm 72.0 x 79.7
Daya Maximum ps/rpm 88 /6,000
Bahan Bakar – Kapasitas Tangki L 45
Bahan Bakar – Jenis Bensin Tanpa Timbal
Bahan Bakar – Sistem Sistem Bahan Bakar Elektronik
Mesin K3-VE
Torsi Maksimum Kgm/rpm 12.2 / 4,400

LOVE IT :

Mobil investasi, value for money masih tinggi, lebih tinggi “pridenya” dibanding avanza dibawahnya, topspeednya lebih panjang, fitur lengkap dan serbaguna, sparepart dimana-mana dan bisa plug n play sama daihatsu, suspensi lebih empuk dibanding mk1 dan mk2, bodykit nggak sarungan [pas lah sama bodi], kit variasinya juga banyak.

LEAVE IT :

Gengsi kurang karena mobil sejuta umat, kaki-kaki masih berbau sedan jadi kurang stabil bawa orang banyak di kecepatan tinggi, double din ori kurang bandel, baris ketiga dan bagasi pas-pasan, mesin kurang akseleratif dibanding avanza 1300cc, harga masih terlampau tinggi dibanding people carrier berharga sama dengan fitur lebih.

harga pasaran : 130 juta- 140 juta, masih tinggi yah….

impression driving sebelumnya :

Impression Driving (Mudik) with Toyota Avanza G 1.3 2005 (Cerita 1)

Impression Driving (Mudik) with Toyota Kijang LGX 1.8 EFI

Semoga impression driving kali ini menambah info bagi sedulur yang minat dengan Avanza S kali ini, biar makin mantep dengan pilihannya, oke….?!

Nyetir sehat pasti pintar, salam gendjoooooooooooooossss!!!!

Test Interior Nissan Evalia. Seberapa Roomykah dia Untuk Mengakomodasi Duet Bongsor Ini?

Kemarin penuliz sudah janji untuk menghadirkan report tentang Nissan Evalia, tapi kali ini penuliz hanya menyajikan Evalia dari segi interior. Untuk masalah eksterior dan siksaan siksaan lainnya bakal penuliz terangkan bila rental mobil langganan penuliz sudah membeli unitnya. Untuk kali ini penuliz ditemani kakak penuliz untuk menilai seberapa egronominya ruang yang ada di dalam Nissan Evalia ini. Berhubung kami personil dari “gerombolan siberat” maka pastinya tidak akan terhindarkan dari siksaan berat kami…. Wkwkwk….

jeng jeng jeng…. penantang avanza versi kedua telah tibaa!!!!

Begitu nemu Nissan Evalia, jujur kami seperti anak kecil melihat es krim magnum di supermarket. Langsung saja dihajar tanpa ba bi bu lagi, malah saking antusias sendiri, salesnya pun sampai nggak dateng. Sepertinya sales ini cuma bisa diajak ngomong kalau menyangkut soal harga, yo wes ben… malah bagus… biar agak leluasa dalam mengebiri makhluk yang satu ini. Oh iya… tipe yang kami coba adalah versi XV otomatis alias termahalnya.

Oke pertama masuk dulu ke kabin depan, disini terlihat sekali penyusunan dashboard dan desainnya yang dihadirkan sangat apik. Walaupun di trim ini hanya mendapati audio single DIN namun perlengkapan seperti tombol pengaturan AC, hazard, tatanan AC dan kontur dashboard dapat mengakomodasi kebutuhan. Tuas perseneling di dasbor serupa dengan Luxio diyakini lebih gampang dipergunakan karena dekat dengan setir. Cup holder di 2 sisi dan berdekatan dengan AC sehingga minuman tetap dingin. Penyimpanan juga dapat ditemukan dimana-mana sehingga lebih praktis. Oh iya kalo biasanya di luar negeri bagian pintunya hanya dilapisi triplek tipis seadanya (mungkin karena di luar negeri posisi Evalia setara Gran Max sih) tapi kalo disini sudah well build dengan bodi plastic dan berkontur sehingga hilang kesan gerobaknya. Soal pandangan dia 11-12 dengan kompetitornya Luxio dan APV, lingkupnya luas, apalagi ditambah spion super gambot sehingga melihat ke belakang cukup leluasa. Oh iya, trim ini juga dilengkapi airbag untuk pengemudi, MID, immobilizer dan parking camera. Kelengkapan terakhir ini adalah kartu as evalia dibanding kompetitornya yang masih menggunakan parking sensor, sebab kita bisa memantau secara langsung di belakang dengan kamera saat parkir. Salah satu fitur premium yang hanya bisa didapat lewat Alphard dan Caravelle. Tapi sebenarnya sih kalapun mobil sedulur pengen dipasang seperti ini, bisa juga beli di Aftermarket Variasi.

cockpit modern dan nyaman, apalagi dashboard ciri khas model nissan terpampang jelas disini. Manteb… Manteb…

di depan ga ada kendala dalam penempatan barang serta cup holder. Sip deh…

Mulai kami menjajah baris tengah… karena mesinnya benar2 ditaruh di depan… alias di moncong, alhasil bagian lantai baris dua ini cukup lapang, benar-benar rata. Model kursi masih mirip dengan NV200 di Inggris… ala kargo dengan konstruksi ala kadarnya… yah serupa dengan Gran Max mungkin namun sedikit lebih tebal. Bagian atap ada TVnya, untuk fitur ini hanya ada di tipe XV. Untuk keleluasaan kabin sebenarnya bagus2 saja namun sayang dicederai dengan jendela yang kecil. Negatifnya ruangan jadi berasa terkungkung tapi positifnya kalo mau ganti baju di dalam kan gak kelihatan orang di luar wkwkwk…. Trus di jendela ini model bukanya tekan jepitan terus geser, fitur ini sami mawon dengan gerobak penuliz, kijang kapsul dan mobil2 tahun ’90-’00. Oh iya model susunan tempat duduk Evalia ini rata sampai belakang… tidak model theater seperti Avanza, Freed dan lainnya. Terserah mo menilai itu positif atau negatif, bagi penuliz sih positif soalnya penumpang kedua dan ketiga gak akan terasa seperti duduk di bangku pertama, gak bakal gampang kagetan dengan lingkungan sekitarnya.

” Mas, ini mobil eropa bukan?” “Ya… ini mobil kargonya eropa pak wkwkwk…”

Di atep adanya TV, bukan double blower (DB)… Trus mana DBnya? waah tempatnya istimewa banget wkwkwk….

model jendela yang bisa ditemui di kijang kapsul dan model nineties lainnya. Jangan harap electric

lipat tempat duduk baris ketiga? cukup tarik saja tali ini. Tarikk mang!

Baris ketiga… disini mulai berasa seperti naik kargo… sedulur bakal terasa seperti “barang” yang ditaruh di belakang. Sempit bung! Kaki para gerombolan siberat ini terjepit dengan bangku baris kedua. Jelas untuk perjalanan jauh sangat tidak nyaman, bangku baris ketiga ini pun bisa diduduki 3 orang asal syaratnya tinggi badan kurang dari 170cm dan 2 dewasa dan 1 anak-anak di tengahnya. Bangku ketiga ini mungkin wajar bagi tipe people carrier macam Avanza dan Ertiga tapi kalau Evalia yang selevel dengan Luxio dan APV… wah minus banget! Kompetitor yang penuliz sebutkan tadi baris ketiganya sangat manusiawi loh. Padahal menilik dari bagasi sebenarnya bisa lapang kalo tempat duduknya digeser mundur sedikit. Fatal berikutnya adalah penempatan double blower AC yang tidak wajar, seharusnya ditaruh di atap tapi kenapa ditaruh di samping kanan di bawah jendela? Jelas bakal tidak merata dinginnya. Juga cup holder yang sayangnya tidak ada di bangku ketiga ini, hikz…

bangku baris ketuiga kalo begini aja sih kesannya lapang, tapiiii…..

adduududuudu… mak! ampoon gak tahan dengkulnya!

kelihatan kan dengkulnya ketahan bangku baris kedua. Mbok ya dimundurkan sedikit posisi bangku ketiganya….

penempatan double blower paling lucu zaman ini wkwkwk….

pelipatan bangku ketiga mirip mirip sama inopah…. simple but nice…

Soal bagasi yaah memang menjadi sedikit lebih besar daripada kompetitornya tapi rasanya itu gak penting karena mengorbankan bangku ketiga… untuk pelipatannya sendiri di bangku kedua cukup dengan menarik tali yang ada di sebelah headrest. Langsung terlipat rapi dan akses ke bangku ketiga sangat lega. Untuk pelipatan di bangku baris ketiga ini metodenya seperti Innova yang dilipat ke samping jendela. Yahh walau konstruksinya model mobil tahun ’90-’00 tapi karena dia penggerak roda depan maka di kabin belakang gak ada gardan yang menggangu, lantainya benar2 landai dan rata sehingga taruh barang lebih leluasa.

Evalia ditawarkan dengan 3 trim, trim S versi terendah hanya dilengkapi manual berharga Rp 145 juta. Untuk SV dilengkapi dengan manual Rp 162 juta dan matic berharga Rp 172 juta. Lalu tertinggi tipe XV dengan manual berharga Rp 175 juta, dan matik berharga Rp 185 juta.

Untuk saat ini pilihan penuliz untuk sedulur adalah trim SV manual agar larinya bisa lebih responsif. Untuk kelengkapannya sendiri bisa ditambah di variasi dengan menambahkan double blower betulan dan ganti jok captain seat.

Sekedar saran penuliz untuk Nissan sih untuk bangku baris kedua dan ketiga yaah setidaknya direvisi penempatan barisnya dan jok tempat duduknya agar ngga terkesan kargo. Apalagi AC di pojok kanan adalah… waah sesuatu banget deh… Semoga facelift berikutnya bisa diatasi. Overall ini mobil yang bagus bagi konsumen yang menginginkan akomodasi dan modifikasi tanpa ubah sana sini. Nahh jabaran sudah cukup luas tentang Evalia ini, setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan walaupun hanya sekedar informasi interior. Tunggu bahasan dari kami untuk pengujiannya di jalanan (walau mungkin agak lama).

pilihlah warna putih, paling berasa JDM ala “serena”nya

Salam gendjooooooooooooooosss, Sleman Sembada!

Daihatsu Luxio (D88D), Baby Alphard Berbasis “Gerobak”

Photoshop_D88D

Hasil rekayasa bersama telik sandi memakai adobe photoshop di blog lalu

Daihatsu_Atrai_01

Basis Luxio diambil dari Atrai Jepang

entah mau ditanggapi Setelah membaca majalah Otomotif ini sampe bengek dan bosen berat, dan (always) bertanya pada pakar otomotif yg gw kenal hasilnya dinyatakan Daihatsu Luxio bisa dibilang mencapai tahap kematangan dan bakal sukses di pasaran. Menunggu hasil beat to beat dengan Toyota Avanza dan Suzuki APV Arena bakal bikin gw mirip arwah gentayangan. Gak lama lagi kalo ada data lebih lengkap bakal gw hidangkan menu “Beat To Beat” antar 3 kubu ini. Doakan sajah okeh??!

luxio_depan

Monggo dikomentari moncong antiknya ini...

Langsung ke topik utama karena banyak dongeng, jadi banyak ngayal. Daihatsu Luxio ini mengadopsi gaya eleganisme khas Toyota Alphard. Bisa dilihat dari sektor lampu dan gril super besar seolah-olah menjadi Toyota Alphard Mk1 yang diperkecil. Permainan warna yang cantik yaitu warna biru kehijauan menambah keanggunan mobil ini, gw berharap kalau bisa bakal ada warna pearl white yang lagi ngetren saat ini. Justru soal bemper depannya kelihatan bahwa ia jelas-jelas evolusi dari Daihatsu Atrai di Jepang. Entah mau ditanggapi positif atau tidak.

luxio_gede

Bokong Luxio, waah... rapi jali!

Beralih ke bagian belakang, lampu Luxio benar-benar beda sama Gran Max. Biasanya Gran Max membuat model lampu vertikal lurus saja namun Luxio membuatnya jadi horizontal. benar-benar khas MPV,  namun kok sekilas malah mirip Honda Step WGN ya? jadi agak aneh. Mungkin kaca belakang yang kelewat lebar memperkuat kesan mirip dengan salah satu produk Honda itu kali yaa??  Tapi merurut gw ini no problemo, sebab masih terlihat enak dipandang.  Seakan-akan Luxio ini memakai rok yang anggun.

luxio_dasbor

Dasbor yang mengikuti bentuk Gran Max

Soal interior memang ada kemiripan dengan Gran Max namun dengan penambahan berbagai aksesori yang lumayan berlimpah ditambah warna two tone dan stripe kayu yang menjadi pemanis. Yaah, walaupun dashboard mengotak ala Gran Max itu tidak bisa dipungkiri sih, not bad… Sementara bagian belakan memang mengandalkan captain seat seperti punya Terios seperti yang sebelumnya diramalkan. Memang terlihat eksklusif dan nyaman, pas untuk keluarga apalagi kapasitas 8 tempat duduk tidak tanggung-tanggung.

luxio_jok

Aaahh... kelihatannya nyaaamaan....

Soal mesin memang seperti yang dibilang sebelumnya memakai 3SZ-VE. Mmm, cuman spesifikasinya belum diketahui secara pasti sih. Melihat di majalah Motor, Gran Max bisa mengaplikasi Turbo Garett bawaan Avanza. Secara logika basis mesin Avanza memang sama dengan mesin Gran Max. Ada kemungkinan hal ini bisa diaplikasi juga pada Luxio , dengan penambahan tenaga mencapai 135hp jelas membuat ketagihan yang ingin membuat Luxio Turbocharger.

Tergiur? harga estimasinya di antara Rp.125 juta – Rp.150juta, bahkan tersedia versi manual (M/T) dan versi automatic (A/T). Kenapa tidak… lagipula indennya sudah dibuka lho… buruan kalo gak mau nunggu lama!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 784 pengikut lainnya.